Komplek gua heboh, gempar menggelegar cetar membahanan nan melegenda.
Semua itu berkat teror "Kutilanak Maling Beling". Gue juga gak ngerti sejak kapan kuntilanak doyang beling. Konon sih sudah sebulan ini banyak warga yang nengokin kuntilanak tanpa anak gak juga lagi beranak berkeliaran di sekitar komplek. Fenomena itu lalu disusul laporan tiga warga yang ngaku rumahnya kemalingan. Anehnya mereka semua cuman kemalingan barang-barang pecah belah, sedangkan uang dan gadget tetap aman, sejahtera dan lesmana.
"Kuntilanak itu sepertinya cuman modus yang dipakai penjahat untuk menyebar teror sehingga warga ketakutan dan mereka leluasa menjarah" Pak RT mengemukakan teorinya aps rapat warga ba'da sholat magrib di mushala dengan berapi-api kayak orator demo masak.
Gue sih mengenarkan dengan cuek. Subjektifitas gue sih ya mendingan kuntilanak itu malingin beling daripada malingin cowok ganteng nan imut ayak marmut ngemut semut macam gue, bisa-bisa populasi cewek kesepian bakal meningkat derastis dan bisa menimbukan perang sesama gender. Bahaya banget kan?
"Karena itu mulai malam ini kegiatan ronda kita gelakan kembali demi terciptanya keamanan dan perdamaian di komplek kita. Merdeka!!"
"MERDEKA!!!" timbal peserta rapat seraya mengacungkan kepalan tangan ke udara.
"dan tugas mulia ini, episode perdananya diserahkan kepada...." dug durugdugdug zwong... suara drum disusul tanjidor mengintrupsi.
"Iswari, Nandang, Kiwon, Bagus, dan .... Jana"
Gue terperangah, terperanjjat, terjungkal hingga terisak penuh haru karena tanpa diduga nama gue disebut paling buntuk buat menanggung cobaan penuh nestapa bernama ronda.
Gue tau gak mungkin gue menghujat Tuhan dengan pertanyaan "WHY ME". Gue juga gak bisa niru gaya balotelli pamer singlet bersablon "WHY ALWAYS ME", kaya waktu dia menjebol gawang MU. Karena singlet gue cuman bercariasikan lubang-lubang asimetris yang mengisyaratkan betapa udzurnya usia tuh singlet. Jadinya gue cuma tiarap pasrah.
Semangat gue baru tersulut setelah secara ajaib dan tiba-tiba Titi Sjuman muncul sambil menggandol showcase penuh botol teh. Dia mencengkram tangan gue sambil bilang, "Kamu pasti bisa !!"
Mama histeris, memekik sambil melotot dramatis ketika gue melaporkan tugas mulia gue. Saking lebaynya reaksi mama, masker lumpur ijonya sampai retak-retak. Mengharukan kalau ketidakridhoan mama karena saking kwawatirnya anaknya masuk angin, kurang tidur atau kecapean, tetapi motif mama adalah:
"Murhamuha thezulk, zhamnya zupha dzung?"
Kalaulah ini pilem, dibawah dagu mama bakal muncul translation:
"Mama tidur sama siapa dong?"
Gara-gara teror kuntilanak maling beling, mama jadi parno level 10 dan dampaknya adalah terdepaknya guedari kasur gue sendiri, karna mama maksa buat berbagi kamar. Belum cukup tidur beralaskan tikar, mama juga memborgol tangan kanan gue dan tangan kiri mama. Usaha mama agar gue nggak bisa kbur ninggalin mama tidur sendirian.
Setelah janji bakal sering nengokin mama, akhirnya mama rela melepas gue ronda walau dengan derai air mata lengkap dengan wejangan yang kalau ditulis bisa setebel novelnya Andrea Hirata.
Sampai dipos kamling yang cuman nyebrang rumah geser 10 meter ke kiri, gue cuman ketemu Kiwon dan Bagus.
"Pak Iswari lagi nemenin kucingnya yang mau lahiran" kata Kiwon, mantan temen SD gue sekaligus partner ronda gue yang berbadan kayak trenggiling keselek bantal guling. Wih, apa Pak Iswari selingkuh sama kucingnya sampai lahiran harus ditemenin?
"Pak Nandang lagi ambeyen, jadinya cuma kita ini Trio Kwek Edi si brewokan yang ronda malam ini".
Kata Bagus sambil tersedu.
Sepuasnya nongkorong di pos kamling sambil membantai keturunan perselingkuhan vampire sama lalat alias nyamuk, kitapun memutuskan patroli komplek. Siapa tau kita menangkap basah pelaku kuntilanak maling beling dan memenangkan Award Ronda of the Year.
"Eh, stop !!" Intruksi Bagus seraya menahan langkah gue dan Kiwon. Reflek gue langsung berdiri dibelakang Kiwon.
Lebih baik dunia kehilangan makhluk luas kaya Kiwon kan dari pada makhluk ganteng macam gue?
"Lihat tuh di depan!!" lanjut BagusCuma 50 meter di depan terlihat sesosok berbaju putih tengah mengendap-endap hendak memasuki pekarangan sebuah rumah. Dia sibuk celingukan melongok keadaan rumah dari sela-sela pagar. Jantung gue mendadak jedar-jedor kayak petasan ketemu tanjidor.
"MALIIIINGGGGG!!!"
Arjattt!!! Si Kiwon malahan teriak histeris yang bikin tuh maling ketar-ketir. Hancur!! Hancur sudah rencana gue buat ngarungin tuh maling dari belakang. Hancur sudah rencana gue buat daftar jadi anggota Mistery Inc.
Insting maling kuntilanak KW 2 itu langsung bekerja waktu sadar aksinya ketahuan. Dia ngacir kocar-kacir tanpa getis, sementara itu di belakangnya The Three Masketeer amatir ikutan ngacir secepet petir nguber sambil koar-koar cari perhatian warga biar waspada.
Ketika tiba-tiba kuntilanak KW 2 itu hilang di belokan dan kita terpaksa berpencar, gue ngambil kesempatan buat ngacir ke rumah. Bukannya culas tapi tindakan gue adalah demi penyelamatan dunia dari kehilangan salah satu makhluk gantengnya, gimanapun maling terdesak suka bertindak buas.
Mereka berhasil memberanggus kuntilanak maling beling yang pelakunya...
ternyata Pak Iswari. Motifnya karena kepepet latihan buat ikutan kejuaraaan Debus Nasional, sementara seluruh beling dirumahnya termasuk kaca jendela, kaca nako sampai kaca mata bininya sudah habis di lahap.
Dengan langkah gontai gue pun balik ke rumah. Hati ngilu bagai disayat sembilu karena harapan menjadi pahlawan instan gak kesampaian.
Guepun melingkar kaya uler di sofa ruang sambil mikirin apa yang gue tangkep tadi, karena 100% gue sadar waktu rambut gimbal itu masuk ke dalam sarung.
Disaat mendung gitu tiba-tiba sepasang telapak tangan nutupin mata gue. Gue merengut, lagi galau gini mama malah ngajak maen cilkbaan.
Mama ini, niat lucu-lucuan kayak ABG kegatelan atau ngulang masa TK yang kurang bahagia??
Hidung gue bersin hebat, gak terima sama aroma mama yang baunya kayak kamboja-cempaka-cabe busuk di-MIX.
"Mama pake masker apalagi sih?" protes gue sambil melepas paksa tangan mama yang betah banget nempel di kulit gue.
Gue ternyata salah, itu bukan mama.
Gue refleks koprol sambil teriak WOW. Karena dihadapan gue berdiri kuntilanak gak bawa anak, gak juga lagi beranak, berambut gimbal, berbaju kumal dengan mata horrible total, menyeringai lebar mamerin gig-gigi ompongnnya yang berwarna ungu pekat sambil berderik riang.
"BAAAAA......!!"

Pertamax :v
ReplyDeletekeempax
ReplyDeletesempak badak! baru kali gw liat kuntilanak itu bapak2
pants aja dy g punya anak dan g beranak
Wah cerita nya bagus,horror :v tapi saya suka :)
ReplyDeleteLiat judulnya aja bikin ketawa orang :v apalagi isinya :) Lanjutin boss & bikin cerpen yg bnyk (y) Sukses Ngeblog (y)
ReplyDeleteIjin baca bos, sambil makan sukro
ReplyDeleteLanjutkan , Terus Bikin Lebih Banyak Cerpen Lagi ,
ReplyDeleteKaryamu bagus sobb .. lanjutkab karyamu ..bikin cerpen lagi yak (y)
ReplyDeletekeren kawannn lucu abisss
ReplyDeletemantep om , lucu sangat menghibur
ReplyDeletebagus gan, kirain kentilanaknya beneran ternyata orang, agak menegangkan, lanjutkan gan...
ReplyDeleteSungguh cerpen yg sangat luar biasa. Dari materi hingga alur cerita. Cerpen of the year
ReplyDelete