Wednesday, January 20, 2016

Robocop Basah

Robocop Basah
Entah terlalu banyak lihat film atau kebanyakan nonton iklan, yang pasti alasannya sangat jelas. Aku gak bisa berenang. Jangankan gaya katak, kupu-kupu, dolphin, ubur-ubur, cumi-cumi. Pokoknya andalanku cuma gaya "dadah". Habis nyemplung langsung lambaikan tangan Sayonara.
Pernah suatu kali aku harus menyeberang dengan perahu untuk melakukan perjalanan ke pulau Sempu wilayah kabupaten Malangg, ke-parno-anku kambuh. Keringat dingin keluar melihat perahu tradisional bersandar di dermaga pantai Sendang Biru. Meski udah pucet dan nggak bisa ditayangin, tetep aja kekeh bilang berani. Namanya juga gengsi.
Aku duduk di bagian depan perahu biar berasa kayak film Titanic. Maksud hati gaya, eh malah jadi kayak anak kucing mau dimandiin. Gemeter, terus parno sendiri bayangin yang enggak-enggak. Tsunami-lah, perahu bocor terus di-emut monst
er cumi-cumi. Untuk mengalihkan perhatian, iseng-iseng nanya sama penjaga perahu.

"Aman nggak nih mas?" tanyaku khawatir.

"Hemm... udah biasa sih mbak," jawab mas-mas tukang perahu dan aku udah mau sujud syukur dengernya.
"Tapi kalau musim kayak gini, suka ada yang kebalik pas di tengah." tambahnya sok cool. Aseek... jadi tambah parno.
Suju syukur kehadirat Tuhan Yang Mahasa Esa, perahu sampai di ujung pulau dan kami akhirnya jadi juga merambah Pulau Sempu. Taip pengalaman naik perahu laut itu sempat membuatku merinding untuk tidak bersentuhan dengan air sampai berberapa waktu. Termasuk mandi.
Enga ada hujan, engga ada geledek, enggak ada juga artis dangdut yang lewat. Berberapa waktu setelah itu aku (dipaksa) melaksanakan "tugas negara" mengantarkan adik tingkat melaksanakan pendidikan olahraga arus deras alias berarung jeram.
Maksud hati cuma jadi kru darat, itu tuh kru yang tugasnya di darat doang. Masak, diriin tenda, tiduran, ongkang-oangkang kaki sambil neriakin kalau ada orang yang nyebur jatuh dari perahu. Eh, ternyata kepake juga jadi tim recue. Sekarang aku yang ngeliatin adik-adik tingkat berenang jeram di Sungai Brantas.

Jika beruntung saat berenang jeram, anda bisa menemukan BH tak bertuan, bangkai kucing, dan yang paling asyik bisa lihat si kuning ngambang lewat dengan angkuhnya

Tim rescue bertugas di belakang tim utama. Jaga-jaga siapa tahu ada yang jatuh terus ketinggalan perahu atau ada apa-apa yang lain. Ah... pokoknya bertugas untuk merescue. Aku tahu cara naik perahu, cara pegang dayung, cuma yang nggak aku tahu adalah bisa selamat gak yah waktu nyebur.
Dayung udah digenggam tangan, pelampung udah di badan, tinggal mantepin niat dan ngelangkahin kaki ke perahu karet. Hyuttt... kepala sedikit puyeng. Paranoidku kambuh. Kupaksakan memantapkan posisi pantat di pinggir perahu dan kaki menyangkut di toward. Yang jelas nggak boleh jatuh!
Apa yang terjadi ketika kamu jatuh dari perahu karet yang melaju? Yang jelas buat naik lagi keperahu itu susah. kamu harus bisa pull-up. jangankan pull-up, pullus (baca:uang) aja nggak punya. Kalau nggak bisa naik ke perahu walhasil kamu bakalan ngalir terus sampai berhasil menepi kepinggir sungai. Dan percayalah wahai anakmuda, itu nggak gampang.
Dan ketika kamu berenang jeram dna masih kebawa aliran sngai, masih banyak jebakan menunggu. Terjebak hole, masuk dalam pusaran flat yang panjang sampai tanganku keram. Dan (untungnya) jeram-jeram kecil terlewati tanpa aku terkena sindrom panik. Gengsi ternyata berperan besar menjaga ke-cool-an seseorang.
Dan tibalah ke jeram yang menjadi salah satu maskot Brantas, Jeram patahan musim hujan yang nggak begitu deras ini bikin Jeram Patahan tambah tajam. Kalau sungai Brantas banjir biasanya patahan jadi nggak keliatan, eh tiba-tiba udah lewat.
Otot tangan mulai menggumpal dan rasa deg-degan tambah memacu adrenalin untuk mendayung lebih kuat. Skiper di belakang perahu mengarahkan posisi perahu agar tegak lurus dengan arah jeram. Bila skiper gagal membenarkan posisi, salah-salah perahu bisa terbalik.

Dan jeram semakin mendekat.

Perahu karet terhentak-hentak. Sebagian air masuk ke dalam badan perahu, penumpang perahu berlompatan akibat jeram. Tapi untungnya posisi kaki yang menyangkut toward dengan mantab mengembalikan posisi semula. Semuanya berteriak semangat membabi buat dan tanpa sadar satu orang di antara kami tidak berada di posisinya.
Wahahaha.... kawanku jatuh dan tersangkut di pinggir perahu berusaha untuk naik. Ia harus bisa naik lagi sebelum terbawa arus ke bawah perahu atau tersangkut jeram. Setelah berhasil membantunya naik, kami bernafas lega (terutama aku). Bisa rasanya melegakan. Naik deh satu level.
Setelah jeram patahan bisa dilewati, aku lebih berani mendayung sambil lihat sekeliling. Dan baru menyadari bantaran sungai Brantas yang selama ini kuanggap jorok ternyata indah. Di balik hiruk-pikuk kota Malang yang semakin ramai, pohon-pohon besar bertengger di bantaran kali, bertahan hidup dan menaungi sekeliling sungai Brantas. Cahaya sore mengintip malu lewat celah-celah daun dan hujan rintik seolah menyihir suasana arung jeram ini hingga terasa manis.
Kenapa enggak dari dulu main ini ya? Bobol deh istilah sekali di darat tetap di darat. Meski capek, meski basah, kayaknya aku nggak paranoid lagi sama air.

17 comments:

  1. Cerpen yg mengandung puisi yg indah... Like it

    ReplyDelete
  2. Cukup baik untuk yang phobia air,terutama sungai.. ������

    ReplyDelete
  3. Wah keren vroh..
    Cerpen yg lain mana nih, ane mau baca lagi :v

    ReplyDelete
  4. wah.. harusnya sampe selesai broh... :v

    ReplyDelete
  5. Keren bisa jadi pembeljaran jugha buat kita gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pembelejaran agar tidak gengsi dan belajar berenang. dan tidak mmikirkan hal negatif sblum mlihat yg sbnarnya. Hehe

      Delete
  6. Lumayan buat org yg fobia air,!!
    Di tunggu cerpen brikutx gan,

    ReplyDelete
  7. haha.. keren ini gan.. ditunggu karya nya yang lain gan :)

    ReplyDelete
  8. Mantap bro, mudah2an makin banyak yg baca.

    ReplyDelete
  9. cerita yg bagus & bermanfaat, kembangkan lagi y...

    ReplyDelete
  10. mantap sob kembangkan bikin cerpennya :D

    ReplyDelete
  11. ada saran bet yg phobia air yang banyak,,n tenang?? ane phobia bang soalnya dl sering mau celaka gr.2 air/....by dedi mekanikmistubsihi

    ReplyDelete
  12. set gw pikir cerita superhero robocop yg nolongin orang pas arum jeram kali
    ditungguin robocopnya g nongol2

    ReplyDelete
  13. Sungguh cerpen yg sangat luar biasa. Dari materi hingga alur cerita. Cerpen of the year👏

    ReplyDelete